Status Palsu

Maklum lah pertama kali traveling sama pacar ke pantai. Pantai apa? Sisi laut Pangandaran… Kami berdua takut ga dapet tempat nginep karena statusnya bukan suami istri. Langsung lah, pacar gw saat itu ngedit KTP kami berdua pake Corel. Umur kami dibuat tetap 23 tahun, sedangkan fokus editan ada pada status yang menjadi ‘KAWIN’.

Sampai guest house, kami check in dengan titip KTP lalu dapet kunci. Fyuh! Berhasil. Ini adalah pencapaian. Kami berdua merasa bangga.

Suasana guest house sangat homy. Pemiliknya suka ngajak ngobrol tamu-tamu yang nginep. Anak pemiliknya juga suka nongkrong main gitar sama temen-temennya di situ.

Suatu waktu, gw mau ngambil air di lobby. Si pemilik guest house menghampiri dan tanya-tanya ramah seputar topik standar; siapa namanya, asli mana, suami asli mana, dan kerja apa. Pas gw lagi jawab soal kantor dan kerjaan, si pemilik langsung manggil anaknya yang lagi main gitar sambil nyanyi itu. Dia langsung memperkenalkan anaknya ke gw dan bilang kalo kebetulan anaknya itu temen baik bos gw. Mereka suka main surfing bareng. Ya panik!  Langsung lah gw buru-buru ijin ke kamar sebelum obrolan mengarah ke persoalan rumah tangga buatan ini.

Pas masuk kantor untung lah bos gw normal-normal aja sikapnya ke gw. Mungkin si anak pemilik guest house juga ga kepikiran buat cerita ke bos gw kalo dia ketemu salah satu karyawannya.  Siapa lah gw?  Hanya gadis muda usang yang memalsukan data. Tapi drama ini sempat membuat gw terlalu malu hingga tidak mampu menatap kedua bola mata bos gw selama beberapa minggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s